Menghitung Harga Pokok Penjualan (hpp) Buat Umkm Makanan

Bagi sebuah perusahan dagang, penghitungan dan penyusunan harga pokok adalah suatu hal yang penting. Cara sederhana menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) buat UKM Makanan. Usaha Mikro, Kecil, & Menengah khususnya yang bergerak pada bidang kuliner, bakery atau warung kinitersebar luas & tergolong jenis usaha yg paling diminati wirausahawan belia. Selain pasarnya luas, praktik penghitungan laba -ruginya nisbi masih sederhana. Siapa saja mampu mencoba menghitung-hitung berapa sih potensi harga pokok, porto-biaya , dan keuntungan saya?Walau teori akuntansi melibatkan poly unsur penghitungan HPP, termasuk pembelian bersih, pembelian kotor, retur, diskon, beban-beban, & lain-lain, kali ini kita tidak akan melebar ke sana. Pada blog ini kita akan membahas cara penghitungan yg lebih sederhana & menggunakan unsur-unsur pentingnya saja, bagaimana menghitung HPP usaha kuliner. Kadang kala orang hendak menjalankan bisnis masakan atau bakery, sekaligus belajar menerapkan prinsip food costing sederhana, menghitung total harga satuan barang. Prinsip food costing atau yg dalam bidang yang lebih luas dianggap pula Cost of Goods Sold (COGS) ini penting lantaran secara generik bisa dipakai buat mengetahui:Total porto yang dimuntahkan buat membuat satu sajian atau satu unit jual makananBerapa harga jual yang pas untuk makanan, dan Berapa proyeksi laba yang bisa diambil dari hasil perhitungan tersebut. Sederhananya, food costing atau cara menghitung HPP produk makanan akan membantu kita dalam manajemen produksi yg tetap, mengetahui komponen & biaya -biayadistribusi yang paling menguntungkan, dan paling krusial, untuk mengetahui apakah harga jual kita sudah relatif menguntungkan dibandingkan dengan porto pembuatannya.Pada dasarnya, penghitungan HPP kuliner bersumber pada 3 kunci utama, yakni:Ketahui jenis & jumlah bahan yg tepat buat makananAmbil model resep Chocolate Chip Cookies. Kita hendak berbisnis sederhana menjual setoples cookies ini. Kita wajibmemahami, apa resep Cookies yang paling mudah dibuat, yang bahannya paling murah, tapi bisa dijual menggunakan harga yang paling rupawan. Apakah kita memilih tepung gandum kualitas premium dengan risiko harga pokok lebih mahal (menggunakan harga jual yg lebih mahal juga), atau tepung biasa dengan alasan efisiensi namun harga jual yang rendah pula. Penting untuk tetapkan jenis dan kualitas bahan, tanpa banyak diubah, untuk melihat tren penghitungan HPP yg tepat pula.Gunakan unit perhitungan atau skala yang sama untuk seluruh bahanSkala unit penghitungan usaha kuliner umumnya menggunakan gram (gram) buat bahan solid, dan mililiter (ml) buat bahan cair. Kalau skalanya lebih akbar sanggup memakai kilogram, walaupun dalam skala UMKM umumnya sporadis. Unit gr / ml ini dipakai buat SEMUA bahan. Jadi apabila pun kita punya poin pembelian, katakanlah, Baking Soda 2 sdm, tetap saja penimbangan unitnya permanen pada gr, ada berapa gram dalam dua sendok itu. Ini karena total biayananti akan dihitung menggunakan unit yg sama buat semua barang.Ketahui Harga Belanja Bahan menggunakan SeksamaDi bagian ini pengusaha masakan umumnya trial and error. Cara mengetahui harga bahan masakan paling baik mengacu pada proses menemukan supplier yang menaruh harga paling murah. Ini perlu berkali-kali riset sendiri atau survei pasar. Setelah menemukan rekanan yg pas, menaruh harga paling murah & tidak kalah krusial, kualitas pelayanan yg paling baik, atau semisal delivery barangnya nir pernah terlambat, barulah kita memilihnya jadi penyuplai tetap.Baca juga : https://seratafoods.com/blogs/news/group-110-tips-memilih-supplier-terbaikNah sekarang, sehabis mengetahui prinsip-prinsip primer food costing di atas, kita mampu coba menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) untuk usaha masakan. Kita ambil contoh HPP untuk bisnis Kue Kering tersebut: 1 toples Chocolate Chip Cookies. Asumsi hasil jadinya: isi 20 biji.

Nah, pada tabel di atas kita sudah menemukan satuan gram buat beberapa item resep yg pada prakteknya diukur menggunakan satuan lain. Angka di atas hanya perkiraan, & angka akuratnya tentu saja perlu timbangan ya.Setelah menemukan total gr berdasarkan satuan jual (1.540,dua menurut tabel pada atas), saatnya kita mengonversi lagi volume-volume itu ke dalam harga, buat menemukan harga pokok. Berapa sih harga tiap item cookie di atas bila kita beli berdasarkan penyuplai kita? Mari kita runut:Tabel harga satuan unit menurut resep Chocolate Chip Cookies

Nah, kita sudah menemukan harga utama bahan di atas: Rp47.404 buat 1 toples isi 20 Chocolate Chip Cookies. Ini merupakan harga utama menurut beli, produksi, sampai jadi. Besaran ini masih mampu ditambahkan atau dikurangkan menggunakan komponen-komponen lain yang terpakai semisal: porto transport bila pembeliannya gunakan jasa kurir, potongan pembelian grosir apabila membeli partai besaratau dalam musim promo, dan lain sebagainya.Komponen biaya -biayalain yg bisa dibubuhi ke dalam perhitungan harga pokok produksi atau penjualan merupakan porto energi kerja & biayaoverhead (porto-porto nir pribadi lain seperti gas, listrik, biaya -porto bungkus, & sebagainya).Dalam rumus umumnya, cara menghitung HPP melibatkan Harga Pokok Produksi + Persediaan Barang di Awal & dikurangi Persediaan Barang di Akhir. Tetapi lantaran pada perkara UMKM acapkali kali persediaan barang di awal & akhir bulan tidak dimasukkan, untuk memudahkan perhitungan maka kita memutuskan Harga Pokok Produksi sebesar Rp 47.404, yang ialah Harga Pokok Penjualan untuk 1 toples berisi 20 cookies adalah sebanyak Rp 47.404,- atau Rp 2.370,- per cookie-nya.Nah, selesainya mengetahui cara menghitung HPP usaha kuliner ini, buat seterusnya kita sudah sanggup menghitung pula besaran Laba (Penjualan – HPP-Biaya Overhead), dan pula Harga Jual yang pas (Harga Pokok Produksi + Biaya Non-produksi + Laba yang Diinginkan).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *